Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Persebaya 1927. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persebaya 1927. Tampilkan semua postingan

Tak Hanya Demo, Bonek Akui Sudah Retas Situs PSSI

Written By Unknown on Minggu, 26 Januari 2014 | 21.21

Tuntutan Bonekmania agar PSSI mengakui keberadaan Persebaya 1927 sebagai klub resmi rupanya tak hanya dilakukan dengan cara berdemo di  Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (26/1/2014) siang, tempat Kongres PSSI 2014. Lewat akun facebook Kabar Bonek, suporter yang identik dengan warna hijau ini meretas akun resmi PSSI.

“Tidak hanya tempat kongres PSSI yang kita serang. Kita juga lumpuhkan situs resmi PSSI. Saluto, bonek Hacker Beraksi,” tulis akun Kabar Bonek yang memiliki 30 ribu pengikut ini, Minggu (26/1/2014) siang.

Apa yang ditulis Bonek lewat salah satu akun facebooknya tersebut rupanya bukan ancaman belaka. Dari pantauan Soloblitz, website resmi PSSI, www.pssi.or.id sudah tidak bisa diakses sejak siang tadi. Hingga pukul 17.30 WIB, website tersebut belum bisa dibuka.
“Hapuskan PSSI dari internet,” tulisnya pada status yang sama.

Aksi yang ditunjukkan Bonek ini merupakan tuntutan yang telah lama disuarakan. Mereka menilai klub Persebaya Surabaya yang musim lalu jadi juara Divisi Utama versi PT Liga Indonesia (PT LI) tersebut palsu. Pasalnya klub itu merupakan bentukan klub Persikubar Kutai Barat yang dua musim lalu gagal berkompetisi di Divisi Utama.

Sementara Persebaya yang asli merupakan klub Persebaya 1927 yang mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim lalu. Hal itu berbeda pandangan dengan PSSI yang menganggap Persebaya 1927 bukan anggota resminya, melainkan klub yang berdiri pada tahun 2010 lalu.

Fakta-fakta Soal Dualisme Persebaya, Siapa yang Benar?


Persebaya Surabaya akan segera berlaga kembali di kancah Indonesia Super League (ISL). Persiapan tim sudah cukup matang karena hadirnya beberapa pemain bintang dan pelatih kelas atas, Rahmad Darmawan.

BERITA TERKAIT
 Striker Sierra Leone Berharap Segera Dikontrak Persija Striker Sierra Leone Berharap Segera Dikontrak Persija
 Sriwijaya Nilai Persib dan Arema Sebagai Kandidat Juara Sriwijaya Nilai Persib dan Arema Sebagai Kandidat Juara
Meski demikian, langkah Persebaya ternyata masih saja direcoki masalah non teknis. Ini dengan munculnya demo suporter Persebaya 1927 yang menuntut Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk mengembalikan Persebaya 1927 sebagai klub yang sah.

Ini membuat bonek terpecah. Masih ada yang bertahan sebagai pendukung Persebaya 1927, meskipun pemainnya sudah tidak ada dan klubnya meningalkan tunggakan utang .

Para suporter loyalis Persebaya 1927 ini percaya, Persebaya yang ada sekarang bukan yang asli karena dibentuk lewat memboyong pemain Persikubar. Bagi suporter Persebaya 1927, keberadaan Persebaya yang dibentuk Wisnu Wardhana di Divisi utama terlalu dipaksakan.

Meski, Wisnu Wardana kala itu terpaksa melakukan hal tersebut.Hal itu karena keterbatasan waktu menyiapkan tim. Tetapi berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, pemain Persikubar sudah tidak ada lagi di Persebaya sejak 2011. Bahkan sederet nama pemain bintang yang kini bertengger di Persebaya seolah coba ditutupi dengan isu Persikubar.

Saleh Ismail Mukadar melalui media sosial facebook dan surat kabar terus menghimbau bonek agar mengambil sikap dengan tetap berada di sisi Persebaya 1927. Demo pun digelar untuk menuntut agar Persebaya 1927 menjadi klub yang sah ikut ISL.

Padahal tahun 2010 lalu, memilih keluar dari PSSI dengan alasan dizolimi, dan memilih mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) di luar PSSI. LPI didanai oleh Arifin Panigoro yang belakangan tak mau lagi menggelontorkan uang.

"Bahkan Arifin Panigoro sempat menawarkan Konsorsium LPI kepada pengusaha media Harry Tanoesoedibjo untuk diambil alih senilai Rp 80 miliar. Namun Harry Tanoe tak mengiyakan," ujar seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Sejarah Persebaya

Seperti diketahui, Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927, dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Dalam perjalanannya, hingga tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Dan pada tahun 1960, pada era perserikatan, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya).

Di era 2000-an, Persebaya meraih Trofi pada kompetisi PSSI tahun 2004. Saat itu Ketua Umum Persebaya dijabat Walikota Surabaya Sunarto Sumoprawiro.

Gejolak dan gonjang-ganjing Persebaya dimulai saat Persebaya dipimpin Bambang Dwi Hartono dengan Manajer Saleh Ismail Mukadar. Saat itu pada kompetisi tahun 2005, Persebaya menyatakan mundur dari babak 8 besar Divisi Utama. Ini mengakibatkan Persebaya degradasi ke divisi satu.

Bambang DH selaku Ketua Umum Persebaya diskorsing 10 tahun. Sedangkan Manajer Persebaya saat itu, Saleh Ismail Mukadar, diskorsing 2 tahun.

Kedua orang inipun lantas meninggalkan Persebaya dalam keaadaan terpuruk berada di kompetisi amatir, Divisi Satu. Beruntunglah ada Arif Afandi yang akhirnya bersedia menjadi Ketua Umum Persebaya untuk menjalani kompetisi Divisi Satu. Dan pada 2006, Persebaya berhasil menjadi Juara Divisi Satu, dan Promosi ke Divisi Utama.

Namun pada kompetisi Divisi Utama tahun 2007, Persebaya berada di posisi ke-14, Wilayah Timur, sehingga tidak lolos ke Super Liga, dan harus kembali kelas di Divisi Utama.

Namun rupanya ada pihak yang tidak puas, dan meminta Arif Afandi mundur. Arif pun mundur, dan digantikan Saleh Ismail Mukadar. Mantan Manajer Persebaya yang pernah diskor dua tahun dan membawa Persebaya terpuruk ke Divisi Satu.

Pada kompetisi Divisi Utama 2008, Persebaya di bawah Saleh Ismail Mukadar, berada di peringkat ke-4. Mengalahkan PSMS Medan dalam babak Playoff lewat drama adu penalti. Kemudian, secara otomatis Persebaya lolos ke Indonesia Super League (ISL).

Untuk mengikuti ISL, dalam statuta PSSI, klub peserta disyaratkan berbadan hukum dan tidak menerima APBD. Oleh karena itu, Persebaya di bawah Saleh Ismail Mukadar, mendirikan badan hukum yang bernama PT Persebaya Indonesia.

Dengan komposisi saham, 80 persen perorangan (yang terdiri dari Saleh Ismail Mukadar 55% dan Cholid Goromah 25%), sisanya 20 persen milik Koperasi Mitra Surya Abadi, dimana sahamnya dipercayakan kepada Suprastowo.

Terdaftarlah Persebaya di bawah PT Persebaya Indonesia di Badan Liga Indonesia sebagai klub profesional peserta kompetisi Indonesia Super League.

Saat itu pula Saleh Ismail Mukadar menerima dana Rp 11 miliar lebih dari APBD Kota Surabaya untuk menjalankan klub ini. Kedekatan Saleh dengan Walikota Bambang Dwi Hartono membuat dana tetap cair.

Sayang, Persebaya tetap kesulitan berprestasi meski telah digelontor uang APBD belasan miliar.Pada kompetisi 2009, Persebaya kembali terdegradasi ke Divisi Utama. Saleh Ismail Mukadar saat itu berdalih, bahwa hasil yang diterima Persebaya adalah akibat ketidakbecusan dan kesewenang-wenangan pengurus PSSI Pusat.

Awal Dualisme

Sejak itu, Saleh menegaskan tidak ikut kompetisi PSSI musim 2010/11.Penolakan untuk mengikuti kompetisi PSSI tentu dapat dianggap sebagai pelanggaran Statuta PSSI. Mengingat dalam Statuta jelas disebutkan bahwa kewajiban anggota PSSI (dalam hal ini klub) adalah mengikuti kompetisi yang digelar PSSI.

Akibat penolakan Saleh Ismail Mukadar untuk mengikuti kompetisi PSSI tahun 2010, maka status Persebaya yang terdaftar melalui PT. Persebaya Indonesia pada 2009, sebagai klub anggota PSSI Pusat terancam dikeluarkan dari keanggotaan. Seperti terjadi pada Persema dan Persibo yang memilih tidak mengikuti kompetisi PSSI dan memilih mengikuti kompetisi di luar PSSI atau breakaway league, yang saat itu bernama Liga Primer Indonesia (LPI).

Menyusul penolakan tersebut, Saleh Ismail Mukadar yang juga Ketua Pengurus Cabang PSSI Kota Surabaya mendapat sanksi dari Komisi Disiplin Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur berupa pembekuan Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Surabaya.

Caretaker Pengcab PSSI Kota Surabaya akhirnya memilih Wishnu Wardhana sebagai Ketua Pengcab PSSI Kota Surabaya Muscablub pada 7 Juni 2010.

Setelah terpilih, Wishnu diminta untuk menyelamatkan Persebaya dari ancaman pencoretan keanggotaan dari PSSI. Inilah awalnya sehingga muncul apa yang disebut dualisme. Wisnu yang mencoba untuk selamatkan Persebaya akhirnya membentuk tim, meski diboyong dari Persikubar.

Atas hal itu, Persebaya terselamatkan dari sanksi pemecatan dari keanggotaan PSSI, seperti diberikan kepada Klub Persema Malang dan Persibo Bojonegoro, yang nyata-nyata menolak mengikuti kompetisi PSSI dan memilih mengikuti kompetisi di luar PSSI, yaitu kompetisi LPI.

Sedangkan Saleh Ismail Mukadar mendirikan Persebaya baru yaitu Persebaya 1927 untuk mengikuti kompetisi breakaway league LPI. Saleh tak bisa memakai nama Persebaya karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian jika memiliki nama sama.

Saleh Ismail Mukadar bersama Cholid Goromah mengusung semua pemain dan official tim Persebaya ke dalam Persebaya 1927 untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

Sebaliknya Wishnu Wardhana yang sudah menjalankan Persebaya Surabaya sebagai peserta Divisi Utama menghadapi kenyataan pahit yakni tidak memiliki pemain dan official tim. Atas bantuan pegiat sepakbola Vigit Waluyo, Wishnu Wardhana mendapatkan skuad pemain dari mantan skuad Persatuan Sepakbola Kutai Barat (Persikubar).

Kini, Saleh dan Cholid Ghoromah ngotot ingin kembali ikut Indonesia Super League. Padahal, seperti dilansir beberapa media pada 13 Februari 2011, Saleh dengan tegas mengatakan bukan anggota PSSI.(Def)

Perwakilan Persebaya 1927 'Ditolak' Djohar Arifin di Kongres PSSI

Ribuan Bonek pendukung Persebaya 1927 yang berdemonstrasi di depan Hotel Shangri-La, Jalan Mayjend Sungkono, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), sejak Ahad (26/1) pagi akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebelum para Bonek membubarkan diri, Direktur Utama PT Persebaya Indonesia Cholid Ghoromah dan Komisaris PT Persebaya Indonesia Saleh Mukadar yang mewakili Persebaya 1927 sempat ingin menemui ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin di Hotel Shangri-La yang hari ini menjadi lokasi Kongres PSSI 2014.

Cholid dan Saleh berencana menemui Djohar sekitar pukul 12.00 WIB. Namun Cholid menegaskan mereka hanya ingin bertemu dengan Djohar, bukan yang lainnya. “Karena Djohar adalah orang yang paling mengerti permasalahannya,” ujarnya kepada Republika, Ahad (26/1).

Tetapi, Cholid dan Saleh hanya ditemui dua orang wakil keamanan Divisi keamanan PSSI. Melalui divisi keamanan, keduanya diminta untuk menunggu selama satu jam. Namun setelah dinanti-nanti, Djohar tak kunjung muncul.

La Nyalla Tuding Demo Bonek 1927 Ditunggangi

RIBUAN Bonek 1927 berdemo di depan Hotel Shangri La, Surabaya, Minggu (26/1). Aksi ini sebagai bentuk desakan kepada PSSI, yang tengah menggelar kongres tahunan, agar mengakui Persebaya 1927 sebagai peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Unjuk rasa itu tidak berlangsung lama dan perlahan-lahan masa pulang tanpa disuruh. "PSSI sekarang penuh preman sehingga Persebaya yang asli dikebiri untuk kepentingan preman-preman itu,"kata Andi Peci, koordinator aksi, dalam orasinya.

Menurut Andi, hanya satu kata yang harus diakui dalam kongres tahunan PSSI saat ini, yaitu PSSI harus akui Persebaya 1927. "Kami akan terus melakukan aksi agar Persebaya 1927 diakui,"tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Keamanan Kongres PSSI Andi Baso Juherman balik menuding. Menurutnya, yang menjadi preman itu adalah kelompok Bonek 1927. "Mereka itu yang tidak tahu aturan dan ilegal. Buat apa ditanggapi. Biar urusan polisi saja yang menangkapi mereka," tandasnya.

Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti bahkan memastikan PSSI tidak akan mengakui keberadaan Persebaya 1927 sebagai anggota PSSI. "Mereka ini tidak asli karena keberadaan mereka sarat dengan kepentingan politik. Mereka ini ditunggangi Saleh Ismail Mukadar untuk pen-caleg-kannya," ungkapnya saat ditemui wartawan di area Kongres Tahunan PSSI, Minggu (26/1).

Pria yang juga ketua umum Kadin Jatim ini menjelaskan, Persebaya yang asli adalah Persebaya Surabaya yang saat itu didegradasi di Divisi Utama dan melalui perjuangannya akhirnya mengikuti ISL. "Tapi, Persebaya 1927 tidak melalui proses tahapan apa-apa di PSSI. Mereka justru ikut kompetisi LPI yang tidak diakui PSSI," lanjutnya.

Bahkan, La Nyalla menyebut, Persebaya 1927 ilegal. "Mereka ilegal kok tiba-tiba ingin diakui PSSI," sambungnya.

La Nyalla menyebutkan, seharusnya pemilik Persebaya 1927, Saleh Ismail Mukadar, melihat internal Persebaya 1927 sendiri. "Mereka ini tidak punya pemain dan merampok pemain Persebaya Surabaya. Tak hanya itu, mereka juga tidak melunasi gaji pemain. Lunasi dululah gaji pemain," terangnya.

Soal upaya hukum yang dilakukan Persebaya 1927, La Nyalla memastikan PSSI akan menghadapinya. "Silakan dan itu justru kami tunggu. Kami punya bukti untuk mengalahkan mereka di hadapan hukum. PSSI akan patuh hukum," pungkasnya. (lis)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Mancanegara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger